Tahbisan Diakonat

August 27, 2008 by Francesco Zai  
Filed under Album

Read more

40 Tahun Hidup Membiara P. Johannes Hämmerle

August 27, 2008 by Francesco Zai  
Filed under Album

Read more

Kaul Kekal Fr. Dionisius Laia

August 14, 2008 by Francesco Zai  
Filed under Album

Pada hari Sabtu, tanggal 19 Juli 2008 yang lalu, Fr. Dionisius Laia mengikrarkan Kaul Kekal dalam Ordo Kapusin Propinsi Sibolga. Pengikraran Kaul Seumur Hidup ini dilangsungkan di Gereja St. Maria Diangkat ke Surga Telukdalam – Nias Selatan. Beberapa foto tentang peristiwa itu ditampilkan di bawah ini:

Fr. Dionisius mengikrarkan Kaul Seumur Hidup dalam tangan Propinsial Kapusin Sibolga, P. Sebastianus Sihombing, PFM Cap.

Fr. Dionisius memohon doa restu dari kedua orang tua sebelum mengikrarkan janji setia seumur hidup.

Read more

Kaul Perdana Pada Pesta Emas Novisiat

August 12, 2008 by Francesco Zai  
Filed under Album

Para Saudara muda Kapusin Propinsi Medan dan Sibolga yang mengikrarkan kaul perdana tepat pada perayaan Lima Puluh Tahun Novisiat Kapusin Indonesia di Parapat.

Foto bersama dengan Bapa Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr. Ludovicus Simanullang, OFM Cap Read more

Bruder Efrem Hondrö, OFM Cap

May 6, 2007 by GD  
Filed under Album

Br. Efrem lahir di Uluhösi Ono Hondrö, Teluk Dalam – Pulau Nias, tanggal 18-Mei-1942 dari keluarga kristen yang sangat sederhana. Dia dibaptis secara protestan tanggal 05-Jul-1942 tetapi kemudian ketika sudah akil balik menerima pembaptisan secara katolik di Gereja Santa Maria Gunung Sitoli dengan nama Markus.

   Br. Efrem dengan nama kecil Salahi menamatkan pendidikan dasar di SD Negeri Hilinawalö, Teluk Dalam tahun 1958. Setelah itu Salahi tidak meneruskan sekolah lagi dan ikut bersama ibunya untuk mencari nafkah, terlebih karena ayahnya telah meninggal dunia. Lalu sejak tahun 1961 dia bekerja sebagai tukang pada Br. Blasius Kettenhofen OFMCap.(†).

Read more

Pater Donatus Böß, Kapusin

May 5, 2007 by GD  
Filed under Album

Ia lahir tgl 29-Jan-1918 di Niederbrechen, Jerman. Dalam permandian ia menerima nama Lorenz Aloysius. Ayahnya Rektor di sekolah rakyat di desa Niederbrechen, di pegunungan Taunus. Ibunya mengurus rumah tangga. Bersama empat saudara dan saudarinya, Aloys, demikian nama panggilan-nya, dilindungi dan dibesarkan oleh orang tuanya. Sesudah 4 tahun di Volksschule ia meneruskan pendidikan di Gymnasium di Hadamar, di mana ia pada tahun 1937 mencapai abitur (= tamat SMA). Keinginannya ialah menjadi imam. Maka ia mulai studi Filsafat-Teologi di Universitas St. Georgen Frankfurt.

Perjalanan pendidikan terpaksa putus tahun 1939, karena di masa perang dunia II ia pun dipanggil masuk tentara. Sebagai tentara ia bertugas di Prancis dan di Rusia. Tahun 1944 ia ditangkap di Polandia oleh tentara Rusia dan dimasukkan ke tahanan perang. Lima tahun yang sangat berat menyusul. Baru tahun 1949 ia dilepaskan pulang ke Jerman. Senantiasa ia ceritakan, bahwa untuk menyelesaikan lima tahun ini dengan selamat, hanya berkat Bunda Maria, yang ia hormati seumur hidupnya.

Read more

Bruder Heinrich Schlüchter, OFM Cap

August 2, 2005 by GD  
Filed under Album

brheinrich.jpgHari Selasa, tanggal 02-Agustus-2005
meninggal dunia di Münster

Bruder Heinrich Schlüchter, OFM Cap.

Hampir delapan minggu lamanya Br. Heinrich terbaring di ruang intensif di Clemesns-Hospital Münster, Jerman. Para dokter, suster, dan perawat berjuang sekuat tenaga untuk menyelamatkan nyawanya. Tetapi akhirnya Saudari Maut lebih kuat. Br. Heinrich menghembuskan nafas terakhir tanggal 02-Agustus-2005 menjelang pukul 10.30 (atau 15.30 WIB). Kematian telah menyelamatkan dia dari penderitaan berat dan panjang. Lebih dari satu minggu terakhir dia terbaring tidur tak sadarkan diri lagi. Lama dia diberi oksigen melalui pernafasan buatan, dan makan melalui infus. Batang tenggorokkannya terpotong sedikit sehingga dia tidak bisa bicara lagi. Namun semuanya itu dia terima dengan sabar, setia, dan pasrah. Bila saudara kapusin datang berkunjung, dia bukannya mengeluh tetapi malah bergembira. Untaian Rosario hampir selalu menghiasi jari-jarinya. Kiranya ini merupakan tanda hubungan mesranya dengan Allah, kesiapsediaannya mengikuti bunda Maria, keinginannya bersatu dengan kehendak Allah, tak peduli syarat apa yang Dia tuntut dari padanya. Atas nama saudara tercinta ini kita bersyukur kepada Allah, Sang Pencipta, karena dia dipanggil justru pada pesta Portiuncula, pesta Bunda Maria Ratu para Malaikat, dan juga pesta Santu Fransiskus dan semua pengikutnya.

Read more

Bruder Blasius Kettenhofen, OFM Cap

July 26, 2005 by GD  
Filed under Album

Tengah hari tanggal 26-Juli-2005 meninggal dunia
di Münster saudara kita

Br. Blasius Kettenhofen, OFM Cap.

 

brblasius.jpg

Br. Blasius meninggal dunia setelah menikmati umur panjang, hampir 97 tahun. Hampir 76 tahun dia hidup sebagai seorang kapusin. Secara ringkas dapat kita simpulkan hidupnya dan kemudian berkata: Dia seorang hamba setia dari Tuhannya. Kita yakin bahwa Allah telah menghiburnya dengan kata-kata injil berikut ini, “Ikutlah dalam suka cita Tuhanmu” (Mt 25,21).

Read more