PENTAKOSTA
June 1, 2009 by matias.simanjorang
Filed under Refleksi
Ketika sedang bermenung tentang peristiwa Pentakosta, banyak hal muncul ke benak saya. Ketika membaca Kisah “Turunnya Roh Kudus” dalam Kisah Para Rasul 2, saya terpesona karena kisah itu melukiskan bahwa orang-orang takjub bukan main karena mereka mendengar para rasul berbicara dalam bahasa mereka masing-masing. Dan kisah ini dengan tegas menyebut nama bangsa. Hal ini sungguh sangat menarik. Kenapa? Karena dalam Kisah Para Rasul 2:5 dikatakan; “Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.” Di sini kita melihat dengan jelas dikatakan “orang-orang Yahudi”. Nah kalau yang berkumpul di Yerusalem adalah orang-orang Yahudi apakah dibutuhkan bahasa asing? Bukankah orang-orang Yahudi saleh itu semua mengerti bahasa Aram dan bahasa international pada waktu itu (bahasa Yunani)? Kenapa harus ada mukjizat kemahiran bahasa? Read more
Dipanggil Untuk Bertobat
September 29, 2008 by matias.simanjorang
Filed under Artikel, Refleksi, Umum
Injil Minggu Biasa ke XXVI berbicara tentang seorang ayah yang meminta kedua orang anaknya untuk pergi bekerja di kebun anggur. Kerja di kebun anggur mungkin agak sulit dibayangkan, karena itu mungkin kita bisa ganti dengan membersihkan rumah atau mencuci mobil atau mematikan televisi. Read more
Pesta Salib Suci
September 15, 2008 by matias.simanjorang
Filed under Artikel, Refleksi
Hari ini, 14 September, Gereja merayakan Pesta Salib Suci, the triumph of the cross (the exaltation of the cross). Perayaan ini berasal dari tradisi yang sudah tua, yakni penemuan tiga salib – salah satunya diyakini salib Yesus – di bukit Calvary pada tahun 326. Penemuan ini bermula dari keinginan St. Helena, ibu dari kaisar Constantinus untuk menemukan salib Yesus. Karena keinginan tersebut dia mengadakan peziarahan ke Yerusalem dan mengorganisasi penggalian di bukit Calvary. Para penggali menemukan tiga salib, tetapi mereka tak bisa menentukan yang mana salib Yesus dan yang mana salib kedua penjahat yang disalibkan bersama dia. Akhirnya mereka mendapat ide yang cemerlang. Mereka membawa seorang wanita yang sakit dan satu mayat yang sudah akan dikuburkan. Ketiga salib tersebut diletakkan di atas wanita yang sakit dan mayat tersebut. Dua salib yang pertama tidak memiliki kekuatan apa-apa. Sementara ketika salib yang ketiga ditempatkan di atas wanita yang sakit tersebut, wanita itu segera sembuh. Dan ketika salib itu ditempatkan di atas mayat tersebut, ia memiliki hidup kembali. Read more
Mau Bahagia??
July 6, 2008 by matias.simanjorang
Filed under Artikel, Refleksi
Jesus exclaimed, ‘I bless you, Father, Lord of heaven and of earth, for hiding these things from the learned and the clever and revealing them to mere children. Yes, Father, for that is what it pleased you to do. Everything has been entrusted to me by my Father; and no one knows the Son except the Father, just as no one knows the Father except the Son and those to whom the Son chooses to reveal him.
‘Come to me, all you who labour and are overburdened, and I will give you rest. Shoulder my yoke and learn from me, for I am gentle and humble in heart, and you will find rest for your souls. Yes, my yoke is easy and my burden light.’ Matthew 11:25-30. Read more
Mencintai Musuh??
June 17, 2008 by matias.simanjorang
Filed under Refleksi
Renungan Hari Selasa 17 Juni 2008
1 Raja-raja 21:17-29 & Matius 5:43-48
Matthew 5: 43-48
Jesus said to his disciples: “You have learnt how it was said: You must love your neighbour and hate your enemy. But I say this to you: love your enemies and pray for those who persecute you; in this way you will be sons of your Father in heaven, for he causes his sun to rise on bad men as well as good, and his rain to fall on honest and dishonest men alike. For if you love those who love you, what right have you to claim any credit? Even the tax collectors do as much, do they not? And if you say your greetings for your brothers, are you doing anything exceptional? Even the pagans do as much, do they not? You must therefore be perfect just as your heavenly Father is perfect.” Read more
Diutus Untuk Mewartakan Injil
June 16, 2008 by matias.simanjorang
Filed under Refleksi
Renungan Hari Minggu 15 Juni 2008
Keluaran 19:2-6, Mazmur 100: 1-2,3,3 & Roma 5:6-11, Matius 9:36-10:8
Menyenangkan sekali mengetahui bahwa hampir semua orang Katolik yang baik suka berdoa supaya Allah memanggil banyak pekerja untuk mewartakan Injil. Katanya ada seorang pemuda Katolik yang sangat aktif. Ketika diminta untuk doa spontan, ia dengan rajin menghaturkan permohonan pada Allah. Suatu ketika, pas Minggu Panggilan, pastor meminta umat untuk berdoa spontan dan pemuda tersebut pun mengungkapkan doanya, berbunyi: “Ya Allah, saya bersyukur karena di paroki kami ada tiga pastor. Kami sangat beruntung dan kami sungguh bersyukur karenanya. Namun ya Allah, banyak paroki yang tak punya pastor menetap. Karena itu, saya dengan rendah hati memohon panggillah banyak kaum muda menjadi pastor, sehingga kami memiliki cukup Imam. Tapi ya Tuhan, jangan panggil saya, sebab saya punya rencana lain.” Read more
Permenungan Salibku
March 18, 2008 by GD
Filed under Gita Damai, Refleksi
Pada Minggu Palma aku masih mengelu-elukan-Mu sebagai Raja. Namun enam hari kemudian aku bersama orang yang sama juga, membawa-Mu ke pengadilan. Aku tidak tahu apa masalah-Mu namun aku tetap ngotot untuk ikut bersama mereka. Aku sama sekali tidak mempedulikan perasan orang lain.
Menyangkal Diri dan Memikul Salib
February 7, 2008 by matias.simanjorang
Filed under Refleksi

Renungan harian berdasar Injil Lukas 9: 22-25
Saudara dan saudari, Injil hari ini nampaknya sangat sederhana dan juga tergolong sangat singkat. Namun di balik kesederhanaan bahasa dan keringkasan isi terkandung arti yang sangat dalam dan jauh dari sederhana. Di
Sabda Bahagia
February 4, 2008 by matias.simanjorang
Filed under Refleksi
Matius 5: 1-12
Saudara dan saudari, mari sejenak menghayal. Pada suatu saat seorang teman akrab telepon dan mengeluh bahwa dia diperlukan secara tidak selayaknya oleh bossnya. Mendengar keluhan itu tiba-tiba kita mengingat kotbah di bukit. Dan kita menanggapi: “Berbahagialah kamu karena kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat” (kutipan sembarangan dari Matius 5:11). Atau seorang teman datang mengeluh karena kenaikan suku bunga yang semakin menjadi-jadi dan itu terjadi pada saat ia kehilangan kerja. Mendengar keluhan itu kita berkata: “Berbahagialah orang yang miskin, karena merekalah yang empunya kerajaan sorga” (lagi-lagi kutipan sembarangan dari Matius 5:3). Saya kira kalau demikian response kita maka pertemanan akan segera berakhir atau sekurang-kurangnya teman kita itu akan berpikir bahwa kita tidak terlalu sehat.
Kalian sekarang — kami dahulu
February 1, 2008 by GD
Filed under Gita Damai, Refleksi

Setelah negeri Spaghetti jauh dari tatapan mata, pelan-pelan beberapa pengamatan, permenungan dan pengalaman mulai muncul kembali dalam ingatan. Teringat kembali, bukan karena negeri itu menjadi pujaan hati atau obyek nostalgia, tetapi karena ia telah membuahkan pengalaman yang dirasakan sebagai bagian dari perjalanan spiritual yang setiap kali mengetuk nurani untuk masuk ke kedalaman iman dan panggilanku sebagai Fransiskan Kapusin. Dapat dikatakan bahwa pengalaman manusiawi bersandingan dengan refleksi iman dan panggilan. Kali ini saya bagikan refleksi tentang sebuah Biara Kapusin di kota Roma. Refleksi ini sepenuhnya telah muncul ketika saya tinggal di situ selama satu bulan.
Bertobatlah, sebab Kerajaan Allah sudah dekat.
January 27, 2008 by matias.simanjorang
Filed under Refleksi

Matius 4:12-23
Pembaca yang budiman, Injil hari ini dengan begitu yakin memberi kesaksian bahwa manusia yang hidup dalam kegelapan telah melihat terang. Ramalan Nabi Yesaya tersebut tergenapi dalam Yesus Kristus dan warta yang Dia bawa. Yesus memulai karya pewartaan Injil dengan memberitakan: “Bertobatlah sebab Kerajaan Allah sudah dekat”. Kata memberitakan memiliki arti yang penting. Dalam Kitab Suci bahasa Yunani dipakai kata kerussein yang berarti “herald”, seseorang yang membawa pesan langsung dari raja. Penginjil dengan ini mewartakan bahwa Yesus membawa warta yang berasal dari Allah. Yesus membuat isi hati Allah tersebar dan diketahui oleh khalayak ramai. Yesus menjadikan Allah “sensible” kepada manusia.
Lihat Anak Domba Allah
January 19, 2008 by matias.simanjorang
Filed under Refleksi
John 1:29-34
Yesus Dibaptis Oleh Yohannes
January 12, 2008 by matias.simanjorang
Filed under Refleksi
Yesus Dibaptis Oleh Yohannes
Injil Matius 3:13-17
Hari Minggu ini merupakan hari terakhir masa
Masa Natal selalu ditutup dengan kisah pembaptisan Yesus. Kisah ini termasuk kisah yang sangat sulit dimengerti dan untuk kebanyakan orang menjadi kisah yang “tak mengenakkan”. Kenapa demikian? Baptism yang dibawa oleh Johannes adalah baptism untuk pertobatan dan baptism untuk pengampunan dosa. Maka kalau Yesus, sebagaimana kita semua percaya, berdiri pada posisi tak butuh pertobatan dan tak butuh pengampunan dosa dari Allah, mengapa Yesus dibaptis oleh Johannes? Baptism yang dibawa oleh Johannes adalah baptism yang diperuntukkan untuk kaum pendosa yang sadar akan dosa-dosa mereka dan membutuhkan pengampunan atas dosa-dosa tersebut. Hal ini tentu tidak berlaku untuk Yesus. Yesus tak butuh pengampunan dosa dan tak butuh pertobatan.
Satu Semester di Postulat Kapusin Mela
Jumat sore, 30-Nov-07. Para postulan memulai rekoleksi yang dipimpin oleh Socius Magisternya, Pastor Bonifasius Langgur. Temanya: Mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan. Tetapi tak disangka, rekoleksi sehari (berakhir Sabtu siang esok harinya) ini telah juga menjadi kesempatan refleksi atas hidup kami sebagai postulan kapusin.
Tak terasa hari berganti hari, bulan berganti bulan… kini sudah satu semester kami tinggal bersama di Postulat Mela dengan predikat postulan.
Untuk saya masa ini telah membawa sesuatu yang baru: mulai dari pelajaran yang diterima, kerja, sampai dengan tata tertib hidup harian yang serba berbeda dari yang kujalani sebelumnya. Semuanya kerap membuat kepala panas, walau belum sampai merontokkan rambut. Namun saya yakin bahwa itu semua telah dipikirkan untuk para calon ini sebagai bekal dalam menggapai citacita suci yang sedang tumbuh di hati sanubari.
Kisah Singkat Santo Syrilius dan Metodius
Kedua kakak beradik ini lahir di Saloniki, Yunani. Mereka menjalani pendidikan di Konstantinopel dengan hasil yang gilang gemilang. Syrilius kemudian menjadi seorang filsuf yang masyur. Oleh Theodora, permaisuri kaisar Konstantinopel ,Syrilius ditugaskan untuk mewartakan Injil kepada bangsa-bangsa yang mendiami tepi sungai Donau. Sedangkan Metodius adiknya, mengasingkan diri dari dunia ramai dan menjadi seorang rahib.
Setelah meletakkan dasar iman yang kokoh bagi umat di tepi sungai Donau, Syrilius kembali ke Konstantinopel. Untuk memperkuat iman dan semangat kerasulannya, ia pergi ke biara adiknya Metodius. Sementara berada disana, Raja Radislaus dari Moravia mengundang para misionaris ke negerinya yang belum beragama Kristen. Metodius bersama Syrilius diutus kesana untuk mewartakan Injil.

